Pemanfaatan SIG untuk Inventarisasi Nilai Ekonomi Sumberdaya Pesisir

Wilayah pesisir merupakan wilayah peralihan antara daratan dan lautan yang batasnya dapat didefinisikan baik dalam konteks struktur administrasi pemerintah maupun secara ekologis. Sebagai negara kepulauan, laut dan wilayah pesisir memiliki nilai strategis dengan berbagai keunggulan komparatif dan kompetitif sehingga berpotensi menjadi prime mover pengembangan wilayah nasional. Bahkan secara historis menunjukkan wilayah pesisir ini telah berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat karena berbagai keunggulan fisik dan geografisnya. Agar pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir dapat terselenggara secara optimal, diperlukan upaya penataan ruang sebagai salah satu bentuk intervensi kebijakan dan penanganan khusus dari pemerintah dengan memperhatikan kepentingan stakeholder yaitu masyarakat termasuk dunia usaha.

Read more: Pemanfaatan SIG untuk Inventarisasi Nilai Ekonomi Sumberdaya Pesisir

Peran Geografi dalam Meningkatkan Nasionalisme

membangun nasionalismeSebagai negara kepulauan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan wilayah teritorial terbesar di dunia. Sebanyak 13.466 pulau yang tersebar dari sebelah barat hingga timur dengan ribuan dialek bahasa lokal menunjukkan keragaman budaya yang kaya dan mengharuskan kita untuk melestarikannya. Bentuk kecintaan terhadap bangsa harus diwujudkan dalam bentuk nyata tidak hanya sebatas slogan dan simbol semata. Berbagai konflik di tengah masyarakat yang muncul karena perbedaan sebenarnya dapat disatukan atas dasar rasa nasionalisme dan kebersamaan sebagai masyarakat sebangsa setanah air. Memupuk nasionalisme tentunya harus dilakukan secara konsisten sejak dini termasuk dalam bidang pendidikan.

Read more: Peran Geografi dalam Meningkatkan Nasionalisme

[Sosok] Idrisi Menginspirasi Dunia Lewat Peta

Muhammad Al IdrisiPada awal kemunculannya Sistem Informasi Geografi banyak dikembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan barat yang biasanya digunakan untuk kepentingan militer. Selanjutnya, SIG banyak dimanfaatkan oleh berbagai kalangan sebagai alat untuk melakukan perencanaan, analisis dan identifikasi permasalahan-permasalahan keruangan. Ilmu geografi sebagai dasar analisis-analisis SIG sendiri telah jauh lebih dahulu berinteraksi dengan peta-peta buatan tangan dan perhitungan matematika didalamnya. Pada mulanya geografi berasal dari kata geo dan graphein. Geo adalah hubungannya dengan bumi, dan grafi berarti sebuah proses penulisan; sehingga geografi dapat didefinisikan sebagai penulisan tentang bumi. Star dan Estes (1990) dalam Sugandi (2008), menyebutkan bahwa biasanya geografi lebih terfokus pada hubungan manusia dengan tanah. Pada mulanya geografi menggunakan peta sebagai alat jelajah dan menggambarkan kenampakan permukaan bumi.

Read more: [Sosok] Idrisi Menginspirasi Dunia Lewat Peta

[Review] Efektivitas Pemanfaatan SIG untuk Pembelajaran di Sekolah

anak belajar petaPembelajaran geografi di bangku sekolah telah diajarkan mulai dari tingkat dasar meskipun dalam bentuk terintegrasi dengan mata pelajaran lain. Geografi yang mempelajari fenomena-fenomena di permukaan bumi dan luas ini sebenarnya merupakan kajian yang cukup menarik, dan banyak terkait dengan ilmu-ilmu lain. Namun demikian, dalam penelitian Maryani (2006) dikemukakan bahwa saat ini pelajaran geografi masih dianggap sulit. Menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkannya, yaitu: (1) pelajaran geografi sering terjebak pada aspek kognitif yaitu menghafal nama-nama tempat, sungai dan gunung atau fakta-fakta lainnya; (2) ilmu geografi seringkali dikaitkan dengan ilmu yang hanya membuat peta; (3) geografi hanya menggambarkan perjalanan-perjalanan manusia di permukaan bumi; (4) proses pembelajaran ilmu geografi cenderung bersifat verbal, kurang melibatkan fakta-fakta aktual, kurang menggunakan media konkrit dan teknologi mutakhir; dan (5) kurang aplikabel dalam memecahkan masalah yang berkembang saat ini.

Read more: [Review] Efektivitas Pemanfaatan SIG untuk Pembelajaran di Sekolah

Arti Penting Tanah dalam Geografi

tanahTanah sebagai salahsatu kajian geografi mempunyai tempat tersendiri karena berkaitan dengan banyak aspek kehidupan. Pemaknaan tanah pun sangat beragam sesuai dengan kepentingan, dan keperluan yang melatarbelakanginya. Dari aspek bahasa, tanah sering disamakan dengan soil sedangkan lahan disejajarkan dengan kata land dalam Bahasa Inggris. Apabila kita merujuk pada kamus Bahasa Inggris (www.dictionary.com) makna soil dan land tidaklah sama.

Read more: Arti Penting Tanah dalam Geografi

Pengunjung


Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /website/pendgeografiumpa/public_html/templates/shaper_alpha/html/modules.php:15) in /website/pendgeografiumpa/public_html/modules/mod_vvisit_counter/helper.php on line 1297
000598
TodayToday49
This MonthThis Month598
All DaysAll Days598

Hubungi Kami

Program Studi Pendidikan Geografi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202

Purwokerto 53182

Kembaran, Banyumas

Telp : (0281) 636751, 630463, 63424 Ext. 134

Fax  : (0281) 637239