Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMP sukses menggelar seminar nasional dan call for paper dengan tema “Optimalisasi Peran Data Geospasial dalam Upaya Pembentukan Karakter Bangsa yang Tangguh Bencana”. Rangkaian kegiatan program studi pendidikan geografi digelar pada Sabtu (25/6), sehari sebelum kegiatan Geografi Membumi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi UMP. Kegiatan yang dilaksanakan dengan keynote speaker yakni Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, M.Sc yang juga Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) membahas isu kebencanaan dan peran geograf muda di dalamnya. Prof Marfai menyampaikan bahwa, “mahasiswa pendidikan geografi punya peran sentral dalam upaya penanggulangan, dan mitigasi bencana melalui proses pembelajaran”. Lebih lanjut Guru Besar dari Fakultas Geografi ini juga memberikan dorongan kepada mahasiswa pendidikan geografi untuk mengoptimalkan kemampuan di bidang pengolahan data geospasial dikarenakan kebutuhan sumberdaya manusia yang masih sangat besar khususnya di daerah.

Seminar nasional pendidikan geografi 2022
Sementara itu dalam sambutannya Kaprodi Pendidikan Geografi mengajak seluruh peserta dan pemakalah untuk menyampaikan ide dan gagasannya dalam upaya penurunan risiko bencana. Disisi lain, Dr Anang menyampaikan kontribusi prodi pendidikan geografi melalui kegiatan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat tentu perlu didukung oleh semua pihak termasuk instansi pemerintah, swasta dan juga masyarakat.
Di kesempatan selanjutnya, Nikma Safrina dari PT SuperMap Indonesia menyajikan perkembangan teknologi geospasial yang saat ini sudah sangat pesat dengan memanfaatkan Artificial Intelegence (AI) dan Machine Learning telah menjadikan SIG menjadi teknologi yang sangat penting dalam pembangunan wilayah termasuk di bidang kebencanaan. Perangkat lunak saat ini sudah dapat memetakan wilayah bencana dengan sangat detil dan dapat dengan mudah dilakukan updating serta modifikasi sehingga memudahkan pengguna.
Di bagian akhir seminar, Dr Suwarno, M.Si selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, UMP menyampaikan hasil penelitian mengenai pengembangan metode vegetatif dalam upaya penurunan risiko bencana longsor. Metode ini merupakan hasil pengembangan yang telah dilakukan oleh Dr Suwarno bertahun-tahun yang juga mengakomodir aspek konservasi dan kearifan lokal khususnya masyarakat Banyumasan. Dalam presentasinya, Suwarno menyampaikan pentingnya ilmu “titen” yang merupakan salahsatu bentuk kearifan lokal dalam upaya memahami karakteristik fisik lahan dan potensinya terhadap bencana gerakan tanah.
Kegiatan seminar ini ditutup dengan kegiatan presentasi hasil penelitian yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan termasuk, mahasiswa, peneliti dan juga guru sekolah. Kedepan kegiatan seminar akan terus dilakukan dalam rangka mensosialisasikan ilmu kebencanaan di tengah masyarakat khususnya bagi guru dan mahasiswa. (awn)
