• Home
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi Misi dan Tujuan
    • Sasaran dan Strategi Pencapaian
    • Dosen
    • Laboran
    • Fasilitas
  • Akademik
    • Akreditasi
    • Panduan Akademik
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Kalender Akademik
  • Kemahasiswaan
    • Profil Lulusan
    • Organisasi Mahasiswa
  • Informasi
    • Mahasiswa Baru
      • Biaya Pendaftaran
      • Biaya Studi
      • Beasiswa
      • Berkas Pendaftaran
    • Alumni
      • Tracer Studi
      • Rekrutmen UMP
    • Aktivitas Terkini
      • Berita
      • Pengumuman
      • Prestasi
  • Download

Belajar Geografi Langsung dari Alam: Membandingkan Tren “Bush Education” Australia dengan Riset Spasial Dosen UMP

Posted on 19 Jun pukul 9:06 pm

BRISBANE, AUSTRALIA – Tren metode pembelajaran luar ruangan (outdoor education) kian populer di belahan dunia, salah satunya dipelopori oleh gerakan The Nature School di Port Macquarie, Australia. Melalui laporan jurnalisme ABC News, sekolah alam ini menerapkan metode bush education, sebuah model pembelajaran holistik di mana anak-anak menghabiskan sepanjang hari belajar secara bebas langsung di tengah alam liar tanpa sekat ruang kelas konvensional. Metode ini terbukti berhasil mendongkrak kreativitas, rasa percaya diri, ketangkasan berpikir, serta pemahaman mendalam anak terhadap ekosistem sekitar mereka.

Menariknya, tren outdoor learning berbasis alam yang sedang berkembang di Australia ini sejalan dengan temuan riset mutakhir yang dipublikasikan oleh Dr (cand) Dhi Bramasta, M.Pd, dosen Pendidikan Geografi UMP pada Jambura Geo Education Journal (JGEJ). Dalam artikel ilmiah internasional tersebut, pakar pendidikan yang sedang menempuh program doktoral di Universitas Negeri Malang menyatakan bagaimana tantangan konseptual mahasiswa geografi (seperti pemahaman peta dan skala spasial) serta kebutuhan adaptasi model pembelajaran virtual dapat dipecahkan secara lebih efektif. Integrasi antara pengamatan wilayah secara langsung di alam bebas dengan penguatan kemampuan literasi spasial (spatial thinking) berbasis digital ternyata menjadi kunci utama untuk membentuk seorang geograf muda yang solutif. Komparasi ini memperlihatkan bahwa ruang terbuka dan teknologi adalah dua instrumen yang tidak bisa dipisahkan dalam pendidikan geografi modern.

Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berhasil mengawinkan dua konsep besar ini ke dalam kurikulumnya. Mahasiswa Geografi UMP tidak hanya diajak mempelajari teori di dalam laboratorium kampus, melainkan diterjunkan langsung ke bentang alam nyata—mulai dari survei tata ruang perkotaan hingga pemodelan wilayah pesisir. Pola pembelajaran berbasis place-based learning dan outdoor study inilah yang membuat proses perkuliahan di UMP terasa adaptif, menantang, dan berkualifikasi global sejalan dengan arah riset yang dipelajari dosen prodi selama kunjungan akademiknya di Australia.

Bagi kamu generasi muda lulusan SMA/SMK sederajat yang tidak ingin sekadar belajar di balik meja, melainkan rindu mengeksplorasi bumi, memetakan solusi perubahan lingkungan, dan mendalami sains ruang secara nyata, prodi ini adalah ruang terbaikmu. Didukung oleh dosen-dosen peneliti yang memiliki reputasi publikasi ilmiah internasional, Pendidikan Geografi UMP siap mengantarmu menjadi tenaga profesional geospasial yang unggul. Segera ambil bagianmu dan daftarkan diri lewat tautan resmi di https://pmb.ump.ac.id atau jelajahi aktivitas riset keren kami di pend-geografi.ump.ac.id !

Pos Sebelumnya
Hari Pertama di Australia: Dosen Geografi UMP Bedah Strategi Komersialisasi Riset Bersama CSIRO
Pos Berikutnya
Belajar dari Gempa Sulteng: Pentingnya Pemetaan Risiko Likuefaksi dalam Kurikulum Kebencanaan Geografi UMP
[email protected]
Telp : (0281) 636751, 630463, 634424
Fax : (0281) 637239
WhatsApp: –
Jl. KH. Ahmad Dahlan, Gedung F. Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Dusun III, Dukuhwaluh, Kec. Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53182

Quick Link

  • Portal UMP
  • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Sistem Informasi Akademik
  • EKK Online
  • Onclass
  • Perpustakaan
  • Wisuda Online
  • SIM BKA
  • Tracer Studi

Media Sosial

Instagram
TikTok
YouTube
© 2025 Pendidikan Geografi – Universitas Muhammadiyah Purwokerto