Komitmen untuk memajukan pendidikan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terus digaungkan oleh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Salah satu wujud nyata komitmen ini datang dari Prof. Suwarno, seorang Guru Besar dalam bidang Geografi di UMP. Dalam rangkaian kegiatannya baru-baru ini, Prof. Suwarno memberikan penekanan khusus pada urgensi mempromosikan pendidikan Geografi, tidak hanya di lingkungan akademis, tetapi hingga ke tingkat ranting (cabang terkecil) organisasi Muhammadiyah.
Pesan penting ini disampaikan di tengah kesibukannya dalam berbagai forum strategis. Pada hari Sabtu, 26 April 2025, Prof. Suwarno hadir di Kudus untuk mengikuti dua agenda penting. Pagi harinya, beliau berperan sebagai dewan pakar dalam Pertemuan Nasional Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (LPPM PTMA). Kehadirannya sebagai pakar menegaskan kapasitas keilmuan yang dimiliki UMP.
Siang harinya, masih di Universitas Muhammadiyah Kudus, Prof. Suwarno tampil sebagai presenter dalam ajang University Research Colloquium (URECOL) ke-20. Forum seminar nasional bergengsi yang didukung penuh oleh Konsorsium LPPM PTMA se-Jawa Tengah dan DIY ini mengusung tema “Inovasi Big Data dan Artificial Intelligence untuk Transformasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kolaborasi Lintas Sektor di Era Society 5.0”. Partisipasi beliau dalam URECOL menunjukkan relevansi keilmuan Geografi dalam menghadapi tantangan era digital dan Society 5.0, serta menjadi ajang diseminasi hasil riset dan pengabdian yang bermanfaat.

Aktivitas Prof. Suwarno berlanjut pada hari Minggu, 27 April 2025, di Blora. Kali ini, beliau hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, dalam pertemuan LPCR Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Tengah.

Di tengah kesibukan organisasi dan forum ilmiah inilah, Prof. Suwarno secara konsisten menyuarakan pentingnya pendidikan Geografi yang berwawasan global dan kebencanaan. Beliau menekankan bahwa pemahaman Geografi sangat krusial untuk membentuk cara pandang masyarakat yang lebih luas terhadap isu-isu global, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam yang relevan dengan kondisi geografis Indonesia. Lebih lanjut, beliau mendorong agar pendidikan ini dapat menyentuh hingga tingkat ranting Muhammadiyah, basis terkecil organisasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dengan demikian, pemahaman Geografi diharapkan dapat menjadi bagian dari kesadaran kolektif warga Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari dan aktivitas persyarikatan.
Prof. Suwarno sendiri merupakan salah satu dari tujuh guru besar aktif yang dimiliki UMP saat ini (dari total sembilan yang pernah dikukuhkan). Keberadaan para guru besar ini, termasuk Prof. Suwarno, diharapkan dapat terus meningkatkan peran UMP secara signifikan dalam memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara, salah satunya melalui penguatan pemahaman Geografi di berbagai lapisan (awn).

