Purwokerto 10/3 – Dalam upaya memperkuat kerjasama internasional, Program Studi Pendidikan Geografi dan People’s Planet Project (PPP) sukses melaksanakan kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat di Pulau New Hanover, Papua New Guinea, pada tanggal 16-28 Februari 2025. Kegiatan ini mengambil tema “GeoStory Camp 3: Shoreline Change Evaluation Using Participatory Approach in Small Island Developing State (SIDS) in Papua New Guinea,” yang didukung oleh lembaga donor internasional.
Bersama masyarakat adat Lavongai, program ini menggunakan pemetaan partisipatif untuk menangani isu perubahan garis pantai dengan memanfaatkan data geospasial dan Sistem Informasi Geografi (GIS). Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pembuatan film dokumenter oleh sutradara dan sinematografer kelas dunia seperti Abdel Mandili (Belanda), Pierre de Villiers (Afrika Selatan), dan Eko Matata (Indonesia). Ailan Awareness, organisasi yang terlibat dalam konservasi terumbu karang dan biota laut, juga menjadi mitra dalam proyek ini.

Dr. rer.nat. Anang Widhi Nirwansyah, M.Sc., yang berperan sebagai analis geospasial dan peneliti pemetaan partisipatif menyatakan pentingnya upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat di negara-negara kecil pulau berkembang. Saat ini, 57 negara termasuk Indonesia dan Papua Nugini tergabung dalam United Nations Office of the High Representative for the Least Developed Countries, Landlocked Developing Countries, and Small Island Developing States (UN-OHRLLS).
Kegiatan ini tidak hanya fokus pada perubahan garis pantai tetapi juga berencana untuk mengangkat isu kebencanaan dan konservasi wilayah laut di masa depan. Dengan demikian, program ini menegaskan pentingnya pengetahuan lokal yang diintegrasikan dengan teknologi geospasial canggih dalam menghadapi tantangan lingkungan dan perubahan iklim di pulau-pulau kecil (AWN).

