Kolaborasi Internasional: UMP dan Turki Kembangkan Jiwa Wirausaha Mahasiswa
Purwokerto, 27 November 2024 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) semakin dibekali dengan bekal yang solid untuk terjun ke dunia usaha. Dalam kuliah tamu daring yang diadakan hari ini, para mahasiswa berkesempatan untuk belajar langsung dari pakar kewirausahaan internasional, Dr. Ismail Demirdag, dari Ataturk University, Turki. Kuliah tamu yang mengangkat tema kewirausahaan Islam dan peran institusi dalam mendorong pertumbuhan UMKM ini mendapat sambutan hangat dari mahasiswa. Dr. Ismail memaparkan hasil risetnya yang menunjukkan bagaimana budaya, komunitas lokal, dan birokrasi dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.
“Mahasiswa sangat antusias dengan materi yang disampaikan,” ujar Dr.rer.nat. Anang Widhi Nirwansyah, M.Sc., Kaprodi Pendidikan Geografi UMP. “Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan menunjukkan bahwa mereka memiliki minat yang besar untuk menjadi pengusaha muda yang inovatif.”
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam kuliah tamu ini adalah pentingnya peran universitas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Dr. Ismail menyoroti pentingnya role model pengusaha sukses, semangat kewirausahaan yang berani, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha. “Kuliah tamu ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi,” tambah Dr. Anang.

Kuliah tamu ini juga menjadi ajang untuk memperkuat kerjasama antara UMP dan Ataturk University. Kedua perguruan tinggi telah menghasilkan beberapa publikasi ilmiah bersama di jurnal internasional bergengsi. Dalam pemaparan materi yang juga bersumber dari hasil riset yang dilakukan di Turki dengan judul Regions, Entrepreneurship and Institutions: The Role of Institutions on the Entrepreneurship Profiles of Regions, Dr. Ismail melihat bagaimana peran budaya, komunitas lokal serta birokrasi di daerah dapat memicu tumbuhnya perekonomian di suatu wilayah. Disisi lain, dukungan perbankan melalui pinjaman yang berimplikasi pada kemudahan berbisnis sangat penting untuk mendukung tumbuhnya pengusaha-pengusaha baru khususnya yang bergerak di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan demikian, perlu dibangun suatu iklim usaha yang baik, dan berimplikasi pada perkembangan bisnis di wilayah.
Kegiatan yang juga diikuti oleh program studi sejarah, mendapat antuasiasme yang tinggi dengan berbagai pertanyaan dalam sesi diskusi. Beberapa pertanyaan juga terarah bagaimana peran universitas dan juga mahasiswa dalam mendukung perekonomian yang inovatif di tingkat lokal. Dalam hal ini, peneliti yang pernah menjadi visiting researcher di University of Cologne, Jerman menyatakan pentingnya role model dalam bisnis dan juga spirit wirausaha yang berani menembus batas dalam hal ini dapat mendukung proses inovasi bisnis yang dijalankan oleh akademisi. Kontribusi lain yakni link-and-match antara perguruan tinggi dan pemerintah yang berinovasi dengan berbagai peluang akses modal yang ada. Dengan demikian, pengusaha dapat memperoleh dukungan penuh baik secara modal dan juga dukungan kebijakan. Kegiatan ini dijalankan sebanyak 2 sesi yang akan kembali diselenggarakan pada 4 Desember 2024, dengan tema implikasi bencana pada kemampuan resiliensi pengusaha yang juga telah diterbitkan di jurnal internasional bereputasi (awn).

