Selasa (20/6) – Sebagai kegiatan recharging pasca Ujian Akhir Semester, Program Studi Pendidikan Geografi kembali selenggarakan kegiatan kuliah tamu yang menghadirkan pakar geomorfologi sekaligus guru besar dari Fakultas Geografi, UGM yakni Prof. Dr. Suratman Woro, M.Sc. Tema yang diangkat dalam kuliah umum ini adalah Geografi dan Tantangannya pada Era Industri 4.0. Acara yang dimoderatori oleh Drs. Sutomo, M.Si ini dilaksanakan di laboratorium terpadu, Kampus 1, UMP. Dalam sambutannya kaprodi mengingatkan kembali kiprah Prof Suratman dalam perkembangan keilmuan geografi di tingkat nasional, serta kepemimpinan beliau dalam forum ilmiah.
Dalam pemaparannya, Prof Suratman mengingatkan bahwa seorang geografer harusnya menjadi sosok yang bijak, penyabar dan rajin bersedekah. Relasi perilaku ini sesuai dengan konteks kajian geografi yang mengkaitkan aspek fisik lingkungan dengan aspek sosial kemanusiaan. Lebih lanjut, beliau memberikan penekanan terhadap the philosophy of science dalam kerangka geografi untuk menjawab problem lingkungan yang saat ini terjadi di dunia. Sebagai puncaknya, perkembangan teknologi sebagai produk peradaban perlu disikapi oleh seorang geografer melalui upaya peningkatan kemampuan akademik, serta critical thinking dan kompetensi penguasaan teknologi geospasial yang handal. Sehingga, kedepan seorang geografi pendidik memiliki kecakapan saintifik yang dapat diandalkan dan mampu menularkan kepada peserta didik baik di bangku sekolah maupun di luar sekolah.

Prof Suratman mengingatkan kembali filsafat geografi bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi
Prof Suratman juga menyoroti bagaimana geografi saat ini perlu memiliki pengalaman yang cukup luas karena kajian geografi saat ini juga dipelajari oleh berbagai bidang ilmu termasuk kesehatan. Guru besar yang juga pendiri georium di Klaten ini mendorong mahasiswa untuk memiliki pengalaman sebagai volunteer untuk kegiatan kemanusiaan termasuk di bidang kebencanaan. Dengan demikian, pengalaman tersebut akan menempa seorang geografer muda untuk dapat menjadi lebih bijak, dan memahami problematika kemanusiaan yang saat ini terjadi di berbagai wilayah akibat minimnya wawasan kegeografian.

Foto bersama kegiatan kuliah tamu bersama Prof. Dr. Suratman Woro, M.Sc
Dalam satu sesi pertanyaan, seorang mahasiswa juga menanyakan salah satu kasus alih fungsi lahan yang terjadi di Parang Kusumo, Kab. Bantul dimana fungsi keilmuan pada salah satu bentukan lahan harus berhadapan dengan kepentingan ekonomi sehingga konflik kepentingan ini dapat menyebabkan hilangnya salahsatu keunikan bentuk lahan di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa. Untuk itu, Prof Suratman mendorong pentingnya geografer untuk menjalin partnership dengan berbagai pihak khususnya pemangku kepentingan untuk dapat menghindari konsekuensi alam baik berupa kerusakan lingkungan hingga bencana alam yang merugikan manusia.
