Mahasiswa Pendidikan Geografi UMP Berhasil Petakan Potensi Hutan di Jambi
Sebagai skill penunjang seorang calon pengajar geografi, kemampuan SIG dan olah data geospasial menjadi salah satu hal yang hingga saat ini masih relevan untuk dikembangkan. Meskipun acapkali dianggap rumit oleh masyarakat luas, Bagas Widiyantoro, mahasiswa semester 6 pada Program Studi Pendidikan Geografi telah menunjukkan bahwa SIG itu asyik dan menyenangkan. Hal itu pula yang membuat Bagas direkrut dalam riset kerjasama internasional dengan People’s Planet Project (PPP), Belanda untuk kegiatan pemetaan bersama suku Orang Rimba di Taman Nasional Bukit Duabelas, Provinsi Jambi pada bulan Mei hingga Juni 2022.

Bagas (di tengah) memberikan instruksi pengolahan data GPS hasil survei kepada peserta
Bagas yang juga aktif dalam kegiatan mahasiswa ini, berperan sebagai trainer untuk pemetaan dasar, penggunaan GPS, dan olah data menggunakan GIS untuk siswa dari Anak Rimba. Kegiatan pelatihan ini dimonitor oleh Abdel Mandili, M.Sc dan Bianca Ines Pedro dalam bingkai kegiatan GeoStory Camp yang sebelumnya telah dilaksanakan di Brazil tahun lalu. Bagas menyatakan bahwa pengalaman luar biasa dia peroleh ketika menjalankan program ini, terlebih kegiatan ini juga mengharuskannya melakukan survei transek bersama Orang Rimba yang sangat fasih dalam menjelajahi hutan di Taman Nasional. Namun demikian, usaha yang tidak sia-sia selama lebih kurang 14 hari bersama dosen pendidikan geografi Dr.rer.nat Anang Widhi Nirwansyah, M.Sc yang juga menjadi ambassador untuk kegiatan GeoStory Camp di Jambi ini telah menghasilkan peta potensi hutan partisipatif yang dikerjakan bersama komunitas Orang Rimba.

Peta yang dihasilkan dalam pelatihan yang diisi oleh mahasiswa dan dosen Pendidikan Geografi UMP
“Program ini memberikan menunjukkan bahwa calon pendidik geografi yang memiliki skill pengolahan data geospasial akan punya peran dalam meningkatkan spatial literacy masyarakat khususnya di wilayah-wilayah penting termasuk pesisir dan juga sekitar hutan,” terang Dr Anang. Disaat yang bersamaan kegiatan yang juga melibatkan Sokola Rimba yang fokus pada bidang pendidikan masyarakat adat, juga memberikan gambaran kepada mahasiswa terkait dengan pendidikan alternatif yang dikembangkan untuk masyarakat yang tinggal di kawasan hutan dimana infrastruktur pendidikan dasar sangat sulit untuk menjangkau.

Foto bersama tim pemetaan dan PPP di Sokola Rimba, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi
Bagas merupakan salah satu dari sekian mahasiswa geografi yang berkomitmen untuk mengembangkan skill pengolahan data geospasial dan SIG, dan disaat bersamaan memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan di tanah air (geo).
