Purwokerto, 24/11 – Prof. Dr. Suwarno, M.Si., guru besar bidang kebencanaan dari Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), kembali menorehkan prestasi. Kali ini, beliau terlibat aktif dalam program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat) di Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) sebagai tim monitoring dan evaluasi.
Program Kosabangsa UNIMUGO yang berfokus pada upaya mengatasi stunting di Desa Watuagung ini mendapat dukungan penuh dari Prof. Suwarno. Beliau memberikan masukan berharga terkait pengembangan green house, implementasi teknologi integrated farming, serta potensi pengembangan eduwisata.

“Kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari peran perguruan tinggi dalam memberikan solusi bagi permasalahan masyarakat,” ungkap Prof. Suwarno. “Dengan menggabungkan pengetahuan akademik dan kearifan lokal, kita dapat menciptakan program yang berkelanjutan dan berdampak signifikan.”
Green House dan Eduwisata, Solusi untuk Desa Watuagung
Pemilihan lokasi green house di tanah kas desa dekat dengan wisata Embung Watuagung merupakan langkah strategis. Kepala Desa Tirin berharap green house ini dapat menjadi pusat edukasi pertanian modern bagi masyarakat sekitar, sekaligus menjadi daya tarik wisata baru.
“Pelatihan budidaya hidroponik yang diberikan kepada kelompok wanita tani merupakan langkah awal yang baik,” tambah Kepala Desa Tirin. “Kami berharap ke depan green house ini dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan desa.”
Kontribusi Geografi UMP dalam Pembangunan Berkelanjutan
Keterlibatan Prof. Suwarno dalam program Kosabangsa UNIMUGO semakin mengukuhkan reputasi Prodi Pendidikan Geografi UMP sebagai pusat keunggulan dalam bidang kebencanaan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, Prodi Pendidikan Geografi UMP secara aktif berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan sosial yang kompleks (awn).

