Bencana banjir dan longsor yang baru-baru ini melanda wilayah Aceh dan Sumatera Utara adalah pengingat pahit bahwa Indonesia hidup berdampingan dengan risiko alam. Tragedi ini bukan hanya masalah curah hujan, melainkan juga masalah pemanfaatan ruang dan kurangnya kesadaran spasial. Dalam menghadapi realitas geologis ini, Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menyatakan kepedulian mendalam sebagai komunitas akademisi dan peneliti. Kami bertekad mencetak generasi pendidik dan profesional yang tidak hanya memahami bumi, tetapi juga mampu mengelola risiko bencana melalui pendekatan yang holistik dan berbasis penelitian. Melalui kurikulum yang mengintegrasikan ilmu kebumian dan kemanusiaan, kami membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk menganalisis kerentanan wilayah secara ilmiah dan merumuskan rekomendasi mitigasi yang efektif berdasarkan data.
Pendekatan modern dalam mitigasi bencana sangat bergantung pada teknologi geospasial, seperti Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh. Teknologi ini adalah “senjata” utama para ahli geografi masa depan. Di FKIP UMP, mahasiswa akan diajarkan menggunakan SIG untuk membuat Peta Kerentanan Bencana yang akurat, menganalisis laju deforestasi, dan mengembangkan model prediksi banjir atau longsor untuk Sistem Peringatan Dini. Keterampilan analitis ini sangat dibutuhkan pascabencana Aceh dan Sumatera Utara untuk membantu upaya rehabilitasi dan perencanaan tata ruang yang lebih aman, memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan ke depan didukung oleh kajian geografis yang kuat.

“Peran utama kami adalah di ranah akademik dan penelitian. Bencana alam adalah fakta geografis, namun untuk mengurangi dampaknya, dibutuhkan kajian mendalam yang akankan menjadi dasar kebijakan,” ujar Dr.rer.nat. Anang Widhi Nirwansyah, M.Sc, Ketua Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UMP. “Program kami fokus pada applied geography dan penelitian, di mana mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi langsung mempraktikkan analisis risiko bencana dengan perangkat lunak geospasial terkini. Kami membekali mereka untuk menjadi peneliti dan perencana tata ruang yang kompeten, siap memberikan kontribusi ilmiah kepada BPBD, Bappeda, atau lembaga pemerintah lainnya. Inilah peran nyata geografi dalam mendukung keselamatan bangsa.”
Oleh karena itu, bagi Anda lulusan SMA/SMK yang memiliki passion terhadap ilmu kebumian, lingkungan, dan teknologi, serta bersemangat untuk menjadi bagian dari solusi atas tantangan bencana alam di Indonesia melalui jalur akademik, ini adalah saatnya mengambil peran. FKIP UMP mengundang Anda untuk bergabung dengan Program Studi Pendidikan Geografi dan menguasai ilmu yang akan menjadikan Anda Akademisi yang Mampu Mengatasi Isu Bencana. Daftarkan diri Anda segera melalui jalur penerimaan mahasiswa baru dan jadilah agen perubahan yang mampu merencanakan masa depan Indonesia yang lebih aman dan tangguh. Kunjungi pmb.ump.ac.id dan wujudkan kontribusi nyata Anda untuk bangsa!

