Kebumen (18/1) – Guna meningkatkan kompetensi keilmuan di bidang Ilmu Geologi, mahasiswa Pendidkan Geografi UMP melakukan kunjungan ke Geopark Karangsambung. Sebagai negara yang dikenal dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, Karangsambung yang terletak di sebelah utara wilayah Kabupaten Kebumen merupakan dalam wujud keunikan fenomena geologis. Hingga saat ini, peneliti menganggap Karangsambung sebagai sebuah artefak tersembunyi yang menyimpan cerita sejarah tabrakan (subduksi) lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia, sehingga mengangkat kawasan ini menjadi sebuah daratan. Saat ini, peristiwa subduksi tersebut tampak dengan adanya melange yaitu endapan berbagai jenis batuan dari kerak samudra dan kerak benua yang bercampur pada wilayah tersebut.
Kunjungan mahasiswa Geografi beserta Gilang Rusadi Ahmad, M.Sc selaku dosen pendamping ke kawasan Geopark Karangsambung dilaksanakan pada Kamis (18/1). Peserta mahasiswa terdiri dari 3 angkatan dengan peserta lebih dari 30 mahasiswa. Lebih lanjut, kegiatan ini juga dilaksanakan bersama peneliti BRIN, Defry Hastria, M.Sc untuk menjelajah kawasan Karangsambung. Kegiatan geowisata sempat terhalang hujan lebat, namun tidak menyurutkan semangat peserta “menikmati” fenomena geologi wilayah Karangsambung meskipun harus melewati areal persawahan dan sungai.

Gb 1. Batu gamping merah

Gb 2. Batuan metamorf

Gb 3. Museum batuan
Dua titik observasi yang dikaji, yakni: pertama, singkapan batuan lava basalt dan rijang di Kali Muncar, Desa Seboro, Sadang Kulon. Singkapan ini tersusun atas batuan beku lava basalt berstruktur basalt berwarna hitam serta batuan sedimen rijang (bagian atas) dan batugamping merah dengan posisi bidang berbentuk tegak (bagian bawah) (Gb 1). Titik observasi kedua adalah singkapan Serpentinit di Desa Pucangan, Sadang Wetan yang tampak jelas di tepi jalan Karangsambung-Sadang. Batuan ini merupakan jenis batuan metamorf dan merupakan penyusun kerak samudra (Gb 2). Selanjutnya, sebagai penutup kegiatan, peserta mengunjungi museum yang didalamnya terdapat berbagai jenis batuan baik didapat di wilayah Karangsambung atau daerah lain (Gb 3).
Geowisata ke Karangsambung merupakan salah satu kegiatan mahasiswa Pendidikan Geografi UMP untuk meningkatkan kompetensi profesional sebagai calon guru profesional sekaligus ilmuwan geografi. Kedepan, kegiatan bermanfaat serupa tersebut akan menjadi program rutin untuk mendukung hasil pembelajaran yang optimal (gl/awn).
