• Home
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi Misi dan Tujuan
    • Sasaran dan Strategi Pencapaian
    • Dosen
    • Laboran
    • Fasilitas
  • Akademik
    • Akreditasi
    • Panduan Akademik
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Kalender Akademik
  • Kemahasiswaan
    • Profil Lulusan
    • Organisasi Mahasiswa
  • Informasi
    • Mahasiswa Baru
      • Biaya Pendaftaran
      • Biaya Studi
      • Beasiswa
      • Berkas Pendaftaran
    • Alumni
      • Tracer Studi
      • Rekrutmen UMP
    • Aktivitas Terkini
      • Berita
      • Pengumuman
      • Prestasi
  • Download

Perkaya Wawasan Geologi, Mahasiswa Pendidikan Geografi UMP Kunjungi Geopark Karangsambung

Posted on 19 Januari 2024

Kebumen (18/1) – Guna meningkatkan kompetensi keilmuan di bidang Ilmu Geologi, mahasiswa Pendidkan Geografi UMP melakukan kunjungan ke Geopark Karangsambung. Sebagai negara yang dikenal dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, Karangsambung yang terletak di sebelah utara wilayah Kabupaten Kebumen merupakan dalam wujud keunikan fenomena geologis. Hingga saat ini, peneliti menganggap Karangsambung sebagai sebuah artefak tersembunyi yang menyimpan cerita sejarah tabrakan (subduksi) lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia, sehingga mengangkat kawasan ini menjadi sebuah daratan. Saat ini, peristiwa subduksi tersebut tampak dengan adanya melange yaitu endapan berbagai jenis batuan dari kerak samudra dan kerak benua yang bercampur pada wilayah tersebut.

Kunjungan mahasiswa  Geografi beserta Gilang Rusadi Ahmad, M.Sc selaku dosen pendamping ke kawasan Geopark Karangsambung dilaksanakan pada Kamis (18/1).  Peserta mahasiswa terdiri dari 3 angkatan dengan peserta lebih dari 30 mahasiswa. Lebih lanjut, kegiatan ini juga dilaksanakan bersama peneliti BRIN, Defry Hastria, M.Sc untuk menjelajah kawasan Karangsambung. Kegiatan geowisata sempat terhalang hujan lebat, namun tidak menyurutkan semangat peserta “menikmati” fenomena geologi wilayah Karangsambung meskipun harus melewati areal persawahan dan sungai.

Gb 1. Batu gamping merah

Gb 2. Batuan metamorf

Gb 3. Museum batuan

Dua titik observasi yang dikaji, yakni: pertama, singkapan batuan lava basalt dan rijang di Kali Muncar, Desa Seboro, Sadang Kulon. Singkapan ini tersusun atas batuan beku lava basalt berstruktur basalt berwarna hitam serta batuan sedimen rijang (bagian atas) dan batugamping merah dengan posisi bidang berbentuk tegak (bagian bawah) (Gb 1). Titik observasi kedua adalah singkapan  Serpentinit di Desa Pucangan, Sadang Wetan yang tampak jelas di tepi jalan Karangsambung-Sadang. Batuan ini merupakan jenis batuan metamorf dan merupakan penyusun kerak samudra (Gb 2). Selanjutnya, sebagai penutup kegiatan, peserta mengunjungi museum yang didalamnya terdapat berbagai jenis batuan baik didapat di wilayah Karangsambung atau daerah lain (Gb 3).

Geowisata ke Karangsambung merupakan salah satu kegiatan mahasiswa Pendidikan Geografi UMP untuk meningkatkan kompetensi profesional sebagai calon guru profesional sekaligus ilmuwan geografi. Kedepan, kegiatan bermanfaat serupa tersebut akan menjadi program rutin untuk mendukung hasil pembelajaran yang optimal (gl/awn).

Pos Sebelumnya
Duo Ilham Berhasil Lulus Setelah Sidang Skripsi Bersama di Geografi UMP
Pos Berikutnya
Sea Level Rise in Northern Java: Understanding the Impact on Coastal Cities like Pekalongan and How to Mitigate It
[email protected]
Telp : (0281) 636751, 630463, 634424
Fax : (0281) 637239
WhatsApp: –
Jl. KH. Ahmad Dahlan, Gedung F. Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Dusun III, Dukuhwaluh, Kec. Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53182

Quick Link

  • Portal UMP
  • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Sistem Informasi Akademik
  • EKK Online
  • Onclass
  • Perpustakaan
  • Wisuda Online
  • SIM BKA
  • Tracer Studi

Media Sosial

Instagram
TikTok
YouTube
© 2025 Pendidikan Geografi – Universitas Muhammadiyah Purwokerto