Selasa (7/3) “Ketika lulus, selain jadi guru bisa jadi apa?” begitulah sekiranya pertanyaan yang ada di benak kebanyakan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya mahasiswa pendidikan geografi UMP. HMPS Pendidikan Geografi melalui divisi P3M dan Advokasi bersama memberikan ruang sebesar-besarnya kepada para mahasiswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui kolaborasi program kerja yang bertajuk “Kaprodi Menyapa Bersama Badan Informasi Geospasial (BIG)”. Program kerja ini menghadirkan narasumber ahli seperti Dr. Ratna Sari Dewi, M.Sc. yang merupakan Surveyor Pemetaan Madya dari BIG dan Dr.rer.nat. Anang Widhi Nirwansyah, M.Sc. selaku kepala program studi Pendidikan Geografi.
Pada sesi pertama, Dr. Ratna Sari Dewi, M.Sc. memberikan pemaparan materi yang berjudul “Selain Guru, Lulusan Pendidikan Geografi Bisa Jadi Apa?” yang pastinya sangat berguna bagi mahasiswa Pendidikan Geografi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka dan memberikan gambaran akan pentingnya mengasah kemampuan dan mencari pengalaman guna mempersiapkan diri untuk bersaing di dunia kerja hingga peluang bergabung bersama keluarga BIG. Dr. Ratna Sari Dewi, M.sc. menyampaikan peluang kerja bagi lulusan Pendidikan Geografi dan pentingnya menentukan passion pada semester awal kuliah.
Dalam sebuah acara yang diadakan baru-baru ini, Dr. Ratna Sari Dewi, M.Sc. menyampaikan bahwa lulusan pendidikan geografi memiliki banyak peluang kerja, baik di instansi pemerintah maupun swasta. Beberapa jenis pekerjaan yang dapat diambil antara lain perencana tata kota, kartografer, spesialis SIG, surveyor, manajemen bencana, BMKG, dan masih banyak lagi.
Dr. Ratna Sari Dewi, M.Sc. juga menekankan pentingnya menentukan passion pada semester awal kuliah. Menurutnya, mengetahui passion dapat membantu mahasiswa memilih jurusan dan mata kuliah yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Dalam jangka panjang, ini dapat meningkatkan peluang untuk meraih prestasi akademik yang lebih baik. Selain itu, ketika mahasiswa mempelajari hal-hal yang sesuai dengan passion mereka, mereka cenderung lebih termotivasi dan puas dengan hasil belajar. Hal ini dapat membantu mereka mempertahankan semangat belajar dan menghindari rasa bosan atau kelelahan selama kuliah.
Lebih lanjut, menentukan passion juga dapat membantu mahasiswa bergabung dengan komunitas atau organisasi yang memiliki minat yang sama. Hal ini juga dapat membuka kesempatan untuk magang atau bekerja di bidang yang diminati. Dalam jangka panjang, mengejar passion juga dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang secara keseluruhan, termasuk kesehatan mental dan fisik. Oleh karena itu, Dr. Ratna Sari Dewi, M.Sc. menyarankan agar mahasiswa segera mencari passion yang sesuai dengan diri mereka pada semester awal kuliah.
Pada sesi kedua, dilanjutkan dengan narasumber Dr.rer.nat. Anang Widhi Nirwansyah, M.Sc. selaku kepala program studi Pendidikan Geografi. Beliau membahas mengenai “aspirasi mahasiswa” yang diisi melalui Google Formulir beberapa hari sebelumnya, beberapa saran yang ditulis oleh mahasiswa Pendidikan Geografi diantaranya: “sistem presensi online yang masih ditemui kecurangan yang begitu krusial akhir-akhir ini”, “perlunya perbaikan sarana dan prasarana di dalam ruang perkuliahan, seperti perbaikan LCD” dsb. Dr.rer.nat. Anang Widhi Nirwansyah, M.Sc menerima semua kritik serta saran dari mahasiswa, Beliau menekankan masing-masing dari mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya kejujuran. Lalu, akan segera dicari jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Beliau juga mengungkapkan bahwa beberapa saran dari mahasiswa sedang dalam proses, seperti perbaikan LCD beliau mengatakan bahwa LCD akan selesai diperbaiki sekitar 1-2 minggu ke depan. (FA,SF,NY)

