Berbagai bencana alam yang terjadi di Kabupaten Banyumas ditanggapi oleh sebagaian siswa sebagai fenomena alam yang terjadi secara alamiah, dan merupakan takdir Tuhan. Berdasarkan observasi pendahuluan, dalam pembelajaran para siswa belum mengkaitkan materi bencana alam yang terjadi walaupun tempat tinggalnya berada di daerah rawan bencana alam. Para siswa belum terlihat mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata terkait bencana alam di daerahnya. Hal ini mencerminkan pembelajaran yang tidak/belum kontekstual, salah satu penyebabnya adalah perangkat pembelajaran yang dibuat guru tidak/belum memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, dan bencana alam yang terjadi di wilayah setempat sebagai tema dalam pembelajaran.

Sidang Disertasi Drs. Mustolikh, M.Si
Dalam disertasinya yang berjudul “MODEL KONSTRUKTIVISME RELIGIUS DALAM PEMBELAJARAN MITIGASI BENCANA UNTUK PENGEMBANGAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA SISWA SMA NEGERI DI KABUPATEN BANYUMAS”, doktor yang biasa disapa Pak Mus oleh mahasiswa ini terinspirasi dari ayat-ayat yang termaktub dalam Al Quran termasuk QS. Hud (011) ayat 117, Ar-Ruum (030) ayat 41 dan QS. Al-
Anfal (008) ayat 33. Dalam kajian yang juga telah dipublikasikan di beberapa jurnal internasional dan nasional, Dr. Mustolikh, M.Si mengembangkan karakter peduli lingkungan melalui model pembelajaran mitigasi bencana berbasis konstruktivisme religius, dalam program dan rencana, proses, dan evaluasi.
Dalam ujian yang dilangsungkan pada 18 Agustus 2022 dihadapan Prof. Dr. H. Dasim Budimansyah, M.Si (Promotor); Prof. Dr. Darsiharjo, MS. (Ko-Promotor) Prof. Dr. H. Encep Syarief Nurdin, M.Pd., M.Si. (Anggota); Prof. Dr. H. Sapriya, M.Ed (Penguji Dalam); Prof. Dr. Masrukhi , M.Pd (Penguji Luar), Dr. Mustolikh, M.Si berhasil mempertahankan disertasinya dan dinyatakan lulus dengan predikat Cum Laude. Atas pencapaiannya, Kaprodi Pendidikan Geografi Dr.rer.nat. Anang Widhi Nirwansyah, M.Sc memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Beliau dan mendorong dosen-dosen muda untuk meniru kerja keras dan kegigihan dalam menggali ilmu pengetahuan dan mengintegrasikannya dengan nilai-nilai keislaman. (AWN)
