• Home
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi Misi dan Tujuan
    • Sasaran dan Strategi Pencapaian
    • Dosen
    • Laboran
    • Fasilitas
  • Akademik
    • Akreditasi
    • Panduan Akademik
    • Sebaran Mata Kuliah
    • Kalender Akademik
  • Kemahasiswaan
    • Profil Lulusan
    • Organisasi Mahasiswa
  • Informasi
    • Mahasiswa Baru
      • Biaya Pendaftaran
      • Biaya Studi
      • Beasiswa
      • Berkas Pendaftaran
    • Alumni
      • Tracer Studi
      • Rekrutmen UMP
    • Aktivitas Terkini
      • Berita
      • Pengumuman
      • Prestasi
  • Download

Belajar dari Gempa Sulteng: Pentingnya Pemetaan Risiko Likuefaksi dalam Kurikulum Kebencanaan Geografi UMP

Posted on 21 Jun pukul 11:01 pm

PURWOKERTO – Langkah taktis Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam memetakan zona rawan likuefaksi pasca-gempa bermagnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah baru-baru ini menjadi sorotan penting di lingkungan Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Respons ilmiah pemerintah tersebut menjadi pemantik diskusi akademik mengenai urgensi tata ruang berbasis mitigasi kebencanaan pesisir dan pedalaman.

Berdasarkan laporan resmi, pembaruan peta pemantauan teknis mengidentifikasi empat wilayah yang memerlukan perhatian intensif akibat tingginya kerentanan likuefaksi, yaitu Kabupaten Sigi, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, dan sebagian Kabupaten Poso. Likuefaksi sendiri merupakan fenomena di mana lapisan tanah pasir yang jenuh air kehilangan kekuatan dayanya akibat lonjakan tekanan air pori saat diguncang gempa kuat, membuat tanah berperilaku seperti cairan. Pihak Badan Geologi menegaskan bahwa status ini bukan prediksi instan akan terjadinya likuefaksi, melainkan indikator ilmiah penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan tata ruang yang aman.

Bagi Pendidikan Geografi UMP, fenomena geologi di Sulawesi Tengah ini merupakan studi kasus nyata yang sangat relevan dengan fokus riset dan mata kuliah prodi, seperti Geologi Lingkungan, Geomorfologi, dan Mitigasi Bencana. Adanya seruan dari para ahli mengenai perlunya studi mikrozonasi detail untuk menentukan klasifikasi risiko spesifik sejalan dengan komitmen prodi untuk membekali mahasiswa dengan keahlian pemetaan geospatial tingkat lanjut. Mahasiswa diajarkan untuk menganalisis berbagai parameter geologi—termasuk sesar aktif, karakteristik tanah dan batuan, serta sejarah seismik—guna merancang solusi tata ruang wilayah yang aman dan berketahanan bencana.

Keterkaitan erat antara fenomena geologi riil di lapangan dan implementasi pembelajaran di kelas membuktikan bahwa kurikulum Pendidikan Geografi UMP bersifat adaptif dan solutif terhadap tantangan geosfer nasional. Bagi generasi muda lulusan SMA/SMK yang tertarik mendalami ilmu kebumian, pemetaan digital (GIS), dan ingin mengambil peran nyata dalam menyelamatkan masyarakat dari risiko bencana masa depan, prodi ini adalah tempat belajar terbaik. Pendaftaran mahasiswa baru telah dibuka, mari daftarkan diri Anda segera melalui https://pmb.ump.ac.id atau pelajari informasi kurikulum inovatif kami di https://pend-geografi.ump.ac.id/. (source: antaranews)

Pos Sebelumnya
Belajar Geografi Langsung dari Alam: Membandingkan Tren “Bush Education” Australia dengan Riset Spasial Dosen UMP
Pos Berikutnya
Siapkan Generasi Sadar Lingkungan, Buku Baru Karya Dosen UMP Bahas Keseimbangan Alam demi Masa Depan Berkelanjutan
[email protected]
Telp : (0281) 636751, 630463, 634424
Fax : (0281) 637239
WhatsApp: –
Jl. KH. Ahmad Dahlan, Gedung F. Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Dusun III, Dukuhwaluh, Kec. Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53182

Quick Link

  • Portal UMP
  • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Sistem Informasi Akademik
  • EKK Online
  • Onclass
  • Perpustakaan
  • Wisuda Online
  • SIM BKA
  • Tracer Studi

Media Sosial

Instagram
TikTok
YouTube
© 2025 Pendidikan Geografi – Universitas Muhammadiyah Purwokerto