Malang (24/6) – Untuk memperluas pemahaman dan kompetensi dalam mengkaji fenomena fisik dan sosial geografi, setiap tahun Program Studi Pendidikan Geografi mengadakan kuliah kerja lapangan (KKL). Pada kesempatan kali ini, mahasiswa angkatan 2021 dan 2022 mengikuti KKL di Bromo-Bali, yang berlangsung mulai tanggal 23 hingga 28 Juni 2023. Sebanyak 32 mahasiswa didampingi oleh dua dosen pembimbing, yaitu Dhi Bramasta, S.Si., M.Pd dan Dr. Sigid Sriwanto, M.Si, berusaha memberikan pengalaman berharga kepada mahasiswa dalam mengkaji fenomena fisik di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan aspek sosial di Pulau Bali.

Mahasiswa Pendidikan Geografi di Puncak Bromo
Pemilihan kedua lokasi ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam bidang geomorfologi, geologi, geografi tanah, serta meningkatkan pemahaman mereka mengenai geografi pariwisata, geografi budaya, dan konservasi berbasis masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam mempelajari fenomena geografi di luar wilayah Banyumas, sehingga mereka dapat memahami ilmu geografi dengan lebih baik dan menerapkannya dalam berbagai bidang.

Dosen pembimbing KKL, Dhi Bramasta, M.Pd, dan Dr. Sigid Sriwanto, M.Si sebagai pembimbing kegiatan KKL
Sebagai calon pendidik, mahasiswa Pendidikan Geografi juga terlibat dalam kegiatan outdoor learning, yang merupakan gabungan antara konsep teoritis yang dipelajari di dalam kelas dengan kegiatan lapangan yang dilengkapi dengan peralatan pengumpulan data. Mereka melakukan berbagai praktik pengukuran, termasuk menggunakan GPS, kompas geologi, anemometer, hand level, distance meter, dan berbagai perangkat survei lainnya. Dalam aspek sosial, mahasiswa juga belajar teknik wawancara dan mengumpulkan data masyarakat terkait isu lingkungan dan pariwisata.

Mahasiswa bersiap dalam pengumpulan data
Hingga saat ini, permintaan akan tenaga pendidik geografi yang profesional masih sangat tinggi. Oleh karena itu, Program Studi Pendidikan Geografi terus mengembangkan pendekatan dan metode yang beragam untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi pendukung, termasuk melalui kegiatan KKL di berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu, mahasiswa juga diajarkan tentang pengolahan data geospasial menggunakan Sistem Informasi Geografi. Dengan demikian, mereka siap menghadapi tantangan di dunia kerja yang semakin kompleks. (awn)
