Sebagai akibat dari pandemi yang melanda tanah air, banyak komunitas yang mengalami problem layanan kesehatan dan nutrisi. Permasalahan tersebut juga termasuk pada penurunan peran posyandu di berbagai wilayah di Indonesia yang juga memiliki fungsi dalam menurunkan angka stunting pada anak. Hingga saat ini prevalensi stunting di tanah air masih pada angka 24,4% atau 5,33 juta balita.
Kolaborasi program pengabdian internasional bersama University of Munster, Rehabilitation Centre for Children and Adolescents, Klinik Viktoriastift, Bad Kreuznach, Jerman dan partner dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, serta Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengembangkan pelatihan kepada 180 peserta yang terdiri dari kader kesehatan Muhammadiyah, kepala desa (kades), guru PAUD, perawat dan akademisi di bidang kesehatan.
Strengthening community roles to reduce stunting in COVID-19 pandemic in indonesia rural areas: capacity building program for cadres and local government
Pelatihan yang dilaksanakan secara daring ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pemimpin komunitas dan kader kesehatan pada wilayah dengan kasus malnutrisi tinggi di Kulon Progo. Pelatihan ini meliputi pengetahuan dasar stunting, manajemen kesehatan berbasis komunitas dan optimasi penggunaan data spasial berbasis masyarakat dalam penurunan angka stunting. Kegiatan yang juga telah dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi dengan judul “Strengthening community roles to reduce stunting in COVID-19 pandemic in indonesia rural areas: capacity building program for cadres and local government” memberikan rekomendasi pada peningkatan kemampuan kader kesehatan di desa untuk dapat mendukung upaya pemerintah dalam penurunan angka stunting melalui kegiatan pengukuran pita lila, edukasi dan dukungan nutrisi kepada keluarga rentan.
Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa melalui pelatihan secara berkelanjutan bagi para kader dan pemerintah desa mampu meningkatkan pengetahuan stunting dan strategi penurunannya khususnya pada masa pandemi. Kedepan, penelitian mengenai penggunaan data spasial berbasis masyarakat untuk penurunan angka stunting juga akan dilaksanakan dengan menggunakan perangkat GPS serta data geospasial secara terintegrasi dengan program instansi terkait. (awn)
