Kunjungan lapangan geografi yang terencana dan menarik dapat membantu guru memahami konsep-konsep geografis yang kompleks dengan memberikan mereka pengalaman praktis geografi dalam tindakan. Pengalaman praktis ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Dan, tentu saja, pengalaman lapangan dapat memberikan kesempatan yang tidak boleh dilewatkan untuk melakukan observasi dan mempelajari keterampilan baru yang berguna.

Guru-guru dari MGMP Geografi Jateng melakukan pengamatan batuan di Baturraden
Kunjungan lapangan merupakan komponen penting geografi karena memungkinkan guru untuk mengembangkan dan memperluas pemikiran geografis dalam lingkungan dunia nyata, sehingga bisa memberikan informasi terkini kepada siswa di kelas. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Geografi UMP pada Minggu (3/3) melakukan field work bersama MGMP Geografi Provinsi Jawa Tengah, setelah sebelumnya mengikuti kegiatan seminar nasional. Pada kesempatan ini, sebanyak lebih dari 20 orang guru mengikuti kegiatan yang didampingi oleh Prof. Dr. Suwarno, M.Si yang banyak berkecimpung di bidang geologi, geomorfologi dan kebencanaan.

Prof Suwarno menjelaskan fungsi mangrove sebagai alat mitigasi bencana wilayah pesisir
Kegiatan ini diawali dari halaman rektorat Universitas Muhammadiyah Purwokerto, yang dilanjutkan mengunjungi Baturraden. Pada lokasi pertama, guru-guru mempelajari proses terbentuknya batuan beku yang berasal dari erupsi Gunung Slamet. Selanjutnya, guru-guru juga melakukan diskusi terkait dengan kegiatan lapangan. Selanjutnya, guru mengunjungi pesisir Cilacap yakni di Tritih Lor, yang merupakan hilir dari DAS Serayu. Pada lokasi ini guru juga melihat ekosistem mangrove hasil konservasi yang dilakukan masyarakat, pemerintah dan kelompok masyarakat.
Kedepan, kegiatan serupa akan banyak diselenggarakan dengan sinergi antara MGMP dan prodi Pendidikan Geografi, UMP (awn).
