Cilongok (29/8) Karena adanya tiga titik daerah rawan bencana terparah di Desa Panusupan, Cilongok yang menjadikan perhatian untuk Mahasiswa Pendidikan Geografi yang tergabung dalam Organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi (HMPS) untuk menciptakan masyarakat yang tangguh, yang akhirnya akan memperkecil dampak bencana dan daerah rawan bencana yang nantinya dapat dievakuasi secara efisien. Mahasiswa Pendidikan Geografi UMP yang bekerjasama dengan MDMC Kab. Banyumas (Muhammadiyah Disaster Management Center) membentuk FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) dimana masyarakat desa panusupan yang menjadi objek untuk terbentuknya forum tersebut.

Forum Pengurangan Risiko Bencana bersama HMPS Pendidikan Geografi
Kegiatan diskusi pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dilaksanakan pada hari Selasa, 29 Agustus 2023 dari pukul 09.00 – 12.00 WIB di balai desa Desa Panusupan. Dimana Perangkat Desa beserta warga Desa Panusupan dan mahasiswa HMPS Pendidikan Geografi terlibat dalam pembentukan FPRB tersebut. Karena terdapat daerah yang rawan akan bencana di Desa Panusupan sehingga harus meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Panusupan akan pentingnya kesiapsiagan bencana sehingga ketika bencana terjadi kembali masyarakat sudah tahu apa yang harus dilakukan sehingga berkurangnya jumlah kerugian baik berupa harta benda maupun jiwa.
Kegiatan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) berjalan dengan efektif dengan penyusunan struktur forum yang dilaksanakan dengan cara musyarawah, forum tersebut dipimpin langsung oleh bapak Kelapa Desa Panusupan yaitu Bapak Imam Sangidun, S.E. Dari hasil diskusi tersebut telah disepakati dengan diketuai oleh bapak Haris yang merupakan ketua RW 05 Dusun 1 Desa Panusupan.

Diskusi bersama FPRB
Ketua FPRB terpilih, bapak Haris mengatakan “Semoga dari terbentuknya Forum ini, bisa meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Panusupan bahwa bencana tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri dan perlu adanya koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak, seperti warga, pemerintah desa dan dunia usaha.”
Pak Kades mengatakan “Hasil diskusi pembentukan FPRB Desa Panusupan hari ini, nantinya akan desa buatkan SK sehingga menjadi lembaga resmi. Tentunya dengan AD/ART”.
Pak Kades menyampaikan nantinya forum ini akan menjadi sebuah lembaga di desa dengan dikeluarkannya SK Desa tentang FPRB dan Tim Siaga Desa, yang ke depannya akan mendapatkan dukungan dan membantu pemerintah desa terkait urusan kebencanan di Panusupan.
(NASKJ,SN)
